Kamis, 07 Oktober 2021

Angkat Besi PON Papua: Ketika Eko Yuli, Deni, Triyatno Bersaing di Kelas yang Sama

Angkat Besi PON Papua: Ketika Eko Yuli, Deni, Triyatno Bersaing di Kelas yang Sama

Kompetisi cabang angkat besi kelas 67 kg putra Minggu Olahraga Nasional (PON) XX Papua, Rabu, berjalan menarik. Tiga lifter Indonesia yang tampil di Olimpiade, Eko Yuli Irawan, Deni, dan Triyatno berkompetisi di kelas ini.

Di Auditorium Kampus Cenderawasih, Kabupaten Jayapura, Triyatno tampil lebih dulu. Dia memulai set snatch 130 kg, 135 kg dan 137 kg dengan sekali ketidakberhasilan di eksperimen ke-3 ."Karena rekor latihan saya masih 140kg, belum sembuh semua. 135kg baru terkena barusan karena ada rasa ketekan ," kata lifter yang sebagai wakil Indonesia di Olimpiade London 2012.

Deni tutup set snatch dengan beda 2kg angkatan barbel yang lebih berat dari Triyatno (133 kg, 137 kg dan 141 kg). "Saya sempat alami cidera di otot paha kanan saat eksperimen ke-3 snatch," kata peraup perak SEA Game XXVI itu.

Cuman Eko Yuli Irawan yang menerabas angkatan snatch 143 kg secara mulus. Semua pergerakan dari 135 kg, 140 kg dan 143 kg dimainkan Eko hampir sempura mpo88. Bergerak ke set clean and jerk, ke-3 lifter sukses mengalahkan eksperimen pertama. Triyatno (163 kg), Deni (162 kg) dan Eko Yuli Irawan (165 kg).

Tetapi di eksperimen ke-2 , mereka sama tidak berhasil. Triyatno tidak berhasil di angkatan 168 kg dan Deni di 166 kg. "Saya sempat tidak berhasil barusan di eksperimen ke-2 170 kg," kata Eko Yuli Iriawan.

Tetapi keperkasaan si peraup medali perak Olimpiade Tokyo 2020 ditunjukkan pada eksperimen paling akhir set dengan mengusung barbel seberat 170 kg. Perolehan itu melebihi kekuatan Deni (166 kg) dan Triyatno (169 kg).

Eko Yuli Irawan juga memiliki hak menyumbang medail emas PON Papua untuk Jawa Timur dengan kumpulkan keseluruhan angkatan seberat 313kg (snatch 143 kg dan clean and jerk 170 kg).

Triyatno di urutan ke-2 dengan perolehan medali perak untuk Kalimantan Timur sesudah mengakumulasi beban angkatan 304kg (snatch 135 kg dan clean and jerk 169 kg).

Sementara Deni yang sebagai wakil Bengkulu harus senang atas medali perunggu dengan kumpulkan keseluruhan angkatan seberat 303 kg (snatch 137 kg dan clean and jerk 166 kg).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar